POSBELITUNG.COM-- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
mengadakan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi
Komunikasi dan Informatika (TIK) untuk Layanan Perpustakaan Transformasi
Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand
Hatika, Tanjunpandan, Belitung itu berlangsung Senin (22/4/2019) hingga Kamis
(25/4/2019) mendatang.
Acara dibuka dibuka Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dr Ir Rofiko MTP dan Pustakawan Ahli Utama
Dra Fathmi SS. Adapun peserta berjumlah 50 orang, terdiri dari empat peserta
perwakilan perpustakaan provinsi, perpustakaan kabupaten yakni Bangka dan
Belitung masing-masing 16 orang, serta Belitung Timur sebanyak 14 peserta.
"Maksud Bimtek ini adalah memberi pelatihan kepada
pihak pemerintah provinsi dan kabupaten penerima manfaat program transformasi
perpustakaan berbasis inklusi sosial," ujar Rofiko dalam sambutannya.
Rofiko menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun
2007, peran perpustakaan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. Dalam peraturan perundangan secara tegas dijelaskan, masyarakat
memiliki hak dalam memperoleh layanan dan mendayagunakan fasilitas
perpustakaan.
Hal ini juga berlaku untuk masyarakat disabilitas yang
mempunyai keterbatasan fisik maupun sosial serta masyarakat yang terisolasi dan
terpencil. Pemerintah berkewajiban menggerakkan promosi gemar membaca dengan
memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Selain menciptakan pembelajaran sepanjang hayat,
perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat belajar masyarakat, wahana dalam
mencari informasi, serta rekreasi yang tidak hanya mencerdaskan naumun juga
memberdayakan. Ini tentunya memberikan manfaat dan berdampak langsung pada
peningkan kualitas dan taraf hidup.
"Bila masyarakat sudah menyadari dan merasakan secara
langsung manfaat layanan perpustakaan bagi kehidupannya, maka dengan sendirinya
tingkat kegemaran membaca akan meningkat," ujar Rofiko.
Ia menambahkan, tingkat pemberdayaan perpustakaan yang
tinggi merupakan wujud dari kemampuan literasi masyarakat suatu negara. Dalam
memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah wajib menyesuaikan dengan
kemajuan teknologi informasi terkini.
Guna meningkatkan kualitas layanan, perpustakaan dapat
berkerja sama dengan berbagai pihak, masyarakat, maupun swasta. Peran serta
mereka bisa berupa pembentukan, pengelolahan, penyelenggaraan, pengembangan,
dan pengawasan.
Menurut Rofiko, transformasi perpustakaan berbasis inklusi
sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola dan masyarakat.
Tujuannya agar dalam memberikan layanan, perpustakaan mampu memahami kebutuhan
serta memberikan inovasi. (*)
Artikel ini telah tayang di posbelitung.co dengan judul
Perpusnas Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK,
http://belitung.tribunnews.com/2019/04/22/perpusnas-gelar-bimtek-strategi-pengembangan-perpustakaan-dan-tik.
Editor: nurhayati
