SAMARINDA – Setiap satuan pendidikan atau sekolah hendaknya sudah mampu mengembangkan pelayanan keperpustakaan berbasis digital atau teknologi informasi (TI).
Karena pengembangan di sekolah-sekolah, saat ini bukan hanya tanggung jawab dinas atau instansi yang membidangi pendidikan tetapi sudah menjadi tugas dan tang-gungjawab Badan Perpustakaan.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Perpustakaan Kaltim Hj Ardi-ningsih pada Bimbingan Teknis Per-pustakaan Berbasis Teknologi Informasi se-Kaltim 2016 di Ruang Balai Pustaka, belum lama ini.
Menurut dia, perpustakaan meru-pakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltim.
Apalagi ujarnya, sekarang ini sudah memasuki era digitalisasi sehingga tidak ada alasan dalam pelayanan publik utamanya pelayanan perpustakaan tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi.
“Kita ingin agar tidak saja perpustakaan umum tetapi bagaimana perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi bisa mengembangkan perpustakaan berbasis teknologi informasi, sehingga tidak hanya bersifat konvensional,” katanya.
Selain itu, para pengelola perpustakaan sekolah dari segala jenjang pendidikan menjadi muara perpanjangan tangan Badan Perpusatakaan di daerah untuk mengetahui sebesar apa atau sejauh mana tingkat minat baca anak didik di sekolah tersebut.
Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumindar mengemukakan sasaran kegiatan adalah terdidiknya tenaga perpustakaan sehingga mampu mengoperasikan sarana perpustakaan berbasis IT.
Bimtek perpustakaan berbasis IT digelar selama tiga hari, 5-7 September diikuti 34 peserta dari 9 kabupaten dan kota se-Kaltim. (kgi)
sumber : http://www.korankaltim.com/perpustakaan-sekolah-perlu-dikembangkan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar